Ekonomi
Islam yang berkembang dalam 10 tahun belakang ditandai dengan berdirinya bank
syariah, hal ini memberikan stimulus pada pemikiran mahasiswa untuk mengkaji lebih
mendalam dari sisi ilmiah. Perkembangan ekonomi Islam dikalangan mahasiswa
sudah terlihat sebelum tahun 2000 dimana terdapat kajian-kajian ekonomi Islam
di beberapa universitas-universitas di Indonesia. Lahirnya kelompok kajian di
kalangan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi pada akhirnya menyadarkan akan
kebutuhan satu wadah untuk memfasilitasi pergerakan ekonomi islam, wadah
tersebut yang bernama KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) yang tergabung dalam
FoSSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Universitas Gunadarma memiliki KSEI yang bernama Sharia Economic Forum atau
akrab disebut dengan SEF Gunadarma.
SEF
(Sharia Economic Forum) berawal dari salah satu sub divisi dari unit kegiatan
mahasiswa fajrul Islam yang membahas tentang ekonomi Syariah. Dan salah satu
programnya adalah Kaesyar (Kajian Ekonomi Syariah). SEF berdiri karena ide dari
para alumni Universitas Gunadarma yang telah mengadakan sebuah acara berbasis
ekonomi syariah yaitu Gunadarma Shria Economic Event (G-SENT) pada tahun 2004,
acara G-SENT juga menjadi acara tahunan yang selalu diadakan oleh SEF. Setelah
acara G-SENT, di luar dugaan kegiatan ini dinilai cukup berhasil oloh pihak kampus
dan dapat menarik dan menumbuhkan minat para mahasiswa kepada ekonomi syariah. Dari
sinilah mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membentuk sebuah lembaga
atau organisasi yang dapat menyediakan sesuatu untuk memenuhi minat kalangan
mahasiswa dalam bidang ekonomi syariah..
Tercetuslah
sebuah nama awal yaitu FKEI (Forum Kajian Ekonomi Islam), tetapi belum disahkan
oleh pihak kampus. Barulah pada masa kepemimpinan presiden dan wakil presiden
BEM FE periode 2005-2006 yaitu Saudara Panji dan Vicky, lembaga tersebut
dideklarasikan pada bulan Januari 2006 oleh Wakil Dekan III Fakutas Ekonomi,
oleh Bapak Budi Prijanto dengan sebuah nama baru yang sangat indah didengar
yaitu SEF (Sharia Economic Forum). Pada saat itu SEF berada di dalam struktur
BEM Fakultas Ekonomi sebagai Badan Semi Otonom. Pada saat itu belum ada open
recuritmen seperti saat ini, hanya siapa saja yang mau gabung, dikarenakan baru
beberpa orang saja anggotanya. Pada tahun 2006-2007, terpilihlah Saudara
Winardhi Wareham sebagai ketua SEF yang pertama. Beliau memimpin SEF selama dua
periode yakni tahun 2006-2007 dan 2007-2008.
Sebagai
Badan semi Otonom dan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di Universitas
Gunadarma, SEF terus berupaya untuk mencetuskan kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat dari segi ruhiah dan ilmiah melalui program-program unggulannya,
diantaranya adalah Gunadarma Shria Economic Event acara ini diadakan setiap
tahun dan menjadi acara tahunan wajib yang diadakan oleh SEF, Temu Alumni acara
ini diadakan untuk tetap menjalin silaturahmi antara anggota maupun anggota
muda dengan para alumni, Kuliah Informal Ekonomi Syariah acara ini juga
diadakan setiap tahun untuk memberikan wawasan tentang ekonomi syariah dan
berlangsung selama beberapa hari, Aktualisasi Ekonomi Syariah, Media Syar’i
untuk mensosialisasikan Ekonomi Syariah, dan Gathering dan Diskusi Bulanan
Ekonomi Syariah acara Gathering merupakan acara yang diselenggarakan dengan
tujuan mengenalkan Sharia Economic Forum kepada para mahasiswa-mahasiswi baru
Universitas Gunadarma sedangkan Diskusi Bulanan Ekonomi Syariah adalah diskusi
bulanan yang membahas tentang berita atau isu-isu yang sedang di bicarakan
masyarakat dan pembicaranya adalah anggota dari SEF. Setelah masa kepemimpinan
Saudara Winardhi Wardhana, estafet kepemimpinan SEF dilanjutkan oleh Saudara
Aulia Reza Utama. SEF masih seperti balita yang sedang tumbuh, namun terus
mencoba menjadi luar biasa dengan terus memperbaiki diri dan belajar dari
setiap kesalahan. SEF juga mendapat banyak masukan dari rekan-rekan Kelompok
Studi Ekonomi Islam (KSEI) lainnya yang tergabung dalam Forum Silaturahim Studi
Ekonomi Islam (FoSSEI).
Pada
periode 2009-2010, setelah berdiskusi dengan dosen-dosen di Universitas
Gunadarma, SEF mendapat masukan agar segera mengembangkan kegiatannya, karena
SEF mampu digunakan sebagai sarana berdiskusi mahasiswa fakultas ekonomi
khususnya dan di luar fakultas ekonomi yang memang tertarik dengan ekonomi
syariah, selain pengetahuan ekonomi syariah yang memang perlu untuk dipelajari
oleh setiap orang. Didasari oleh itu, maka dilakukan open recruitment untuk
anggota forum yang ingin belajar ekonomi syariah, setelah periode sebelumnya
yang hanya terdiri dari BPH SEF saja juga merupakan anggota BEM FE.
Selanjutnya, pada era kepemimpinan SEF oleh Saudara Muhamad Rizky Rizaldy
(Manajemen, 2008) selama dua periode berturut-turut yakni pada tahun 2010-2011 dan
2011-2012. Beliau memberikan sentuhan unik dan berpengaruh besar terhadap
perkembangan SEF.
Cita-citanya
untuk membuat SEF lebih dikenal oleh seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma,
sebagai upaya syiar ekonomi Islam pun tercapai. Eksistensi SEF di regional
Jabodetabek juga mulai terlihat sejak dikirimnya 10 anggota SEF untuk mengikuti
Shria Economist Training di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam Tazkia Bogor
asuhan Bapak Syafi’I Antonio, dan berhasil meraih prestasi sebagai penulis
essay terbaik untuk kategori penulis laki-laki maupun perempuan. SEF kini
dikenal sebagai komunitas mahasiswa yang eksis di Universitas Gunadarma dalam
pekatnya nuansa kemuliaan etika di sisi keilmiahannya. “Kami hanya berupaya
siapa pun yang belajar di SEF bisa jadi orang baik, dan punya semangat untuk
memperbaiki” ujar Rizaldy. Perjalanan SEF terus ditandai dengan bergantinya
kepemimpinan pada periode 2012-2013, yang di ketuai oleh Saudara Khairul
Ardianto (Akuntansi, 2009).
Di
bawah kepemimpinan Khairul, SEF berupaya untuk lebih di kenal bukan hanya di
kalangan kampus dan Jabodetabek, melalui Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam
(FoSSEI) melainkan juga ingin melebarkan prestasinya di wilayah Jabodetabek. Di
buktikan dengan prestasinya sebagai Media Terbaik serta terpilih menjadi 5
besar KSEI Terbaik Nasional yang di raih pada acara Musyawarah Nasional (MUNAS)
yang memang merupakan agenda tahunan FoSSEI. Hal itu pun terwujud dengan
semakin dikenalnya program-program SEF oleh FoSSEI Jabodetabek serta semakin
eratnya ikatan silaturahim antar KSEI. Seiring berjalannya waktu, SEF semakin
menunjukan performanya dalam menyebarkan kebaikan melalui Ekonomi Syariah.
kepemimpinan SEF kemudian beralih kepada Saudara Ashabul Kahfi periode
2013-2014 yang berhasil membawa SEF lebih luas lagi dalam menjalin relasi di
ranah Nasional dengan terpilihnya kembali SEF sebagai KSEI dengan Media Terbaik
Nasional melalui MUNAS. Bersama Kahfi, SEF mampu bertahan 2 (dua) tahun
berturut-turut dengan prestasi tersebut.
Setelah
itu Ashabul Kahfi juga terpilih menjadi Presidium Nasional (Presnas) dan di
lantik pada saat MUNAS FoSSEI 2014, merepakan kebangsaan tersendiri bagi Kahfi
untuk membawa nama baik SEF dan menjalin silaturahim dengan KSEI di seluruh
Indonesia. Ekonomi Syariah di Indonesia yang kian memberikan progres positif
memicu SEF untuk terus maju dan berkembang serta dapat menjadi tolak ukur
kesuksesan sebuah Forum. Estafet dakwah pun di lanjutkan dengan terpilihnya
Saudara Ahmad Husin (Akuntansi, 2011) sebagai Ketua SEF periode 2014-2015,
bercermin dari prestasi yang mampu di wariskan Oleh para alumni SEF sebelumnya,
Ahmad Husin dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh, memimpin para anggotanya
untuk mempertahankan prestasi yang telah di raih. Ia berupaya memberikan
kekuatan bagi internal SEF sendiri agar dapat menjadi contoh bagi para Ekonom
Rabbani lainnya, bersama Husin, SEF yang dinilai masih dalam masa pertumbuhan
mampu membuktikan kualitasnya dengan menjuarai berbagai kompetisi di ajang Temu
Ilmiah Regional (TEMILREG) 2015 hingga berhasil menjadi Finalis 6 besar
Olimpiade Ekonomi Islam Nasional pada Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) 2015.
Husin beserta jajarannya selalu menumbuhkan semangat kepada para SDM SEF dan
menciptakan mimpi-mimpi baru yang luar biasa bagi perkembangan Ekonomi Islam di
dunia.
SEF
juga menjalin hubungan baik dengan berbagai lembaga ekonomi syariah, mulai dari
Bank Indonesia, sesama KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) di seluruh
universitas di Indonesia, sampai berbagai institusi keuangan. Hingga kini,
bertepatan dengan 1 dekade usia SEF. Pada periode 2015-2016, SEF dipimpin oleh
Saudara Rivaldi Samah (Akuntansi, 2012). Rivaldi mempunyai design kepemimpinannya
sendiri untuk seluruh anggota SEF yang ingin mempunyai kualitas yang mumpuni
untuk menjawab tantangan zaman melalui perwujudan visi misinya satu tahun
kedepan. Semoga harapan dan cita-cita Rivaldi dalam membangun keluarga SEF
dapat terwujud dengan ukhuwah islamiyah yang selalu menjadi kekuatan berdakwah,
selaras dengan budaya SEF yaitu Ikhlas dan Professional.
Perbedaan
SEF dari tahun ke tahun adalah struktur organisasinya. Yang dulu hanya ada
ketua, sekertaris, dan bendahara. Sekarang sudah banyak divisinya seperti
Koordinator Divisi Humas, Staff Divisi Humas, Staff Divisi Keuangan dan
sebagainya. Acara GSENT juga banyak kemajuan yang semula hanya seminar,
sekarang berkembang dengan adanya lomba essay, video dari berbagai Universitas
di Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar