Senin, 14 Agustus 2017

Sejarah Sharia Economic Forum


Ekonomi Islam yang berkembang dalam 10 tahun belakang ditandai dengan berdirinya bank syariah, hal ini memberikan stimulus pada pemikiran mahasiswa untuk mengkaji lebih mendalam dari sisi ilmiah. Perkembangan ekonomi Islam dikalangan mahasiswa sudah terlihat sebelum tahun 2000 dimana terdapat kajian-kajian ekonomi Islam di beberapa universitas-universitas di Indonesia. Lahirnya kelompok kajian di kalangan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi pada akhirnya menyadarkan akan kebutuhan satu wadah untuk memfasilitasi pergerakan ekonomi islam, wadah tersebut yang bernama KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) yang tergabung dalam FoSSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Universitas Gunadarma memiliki KSEI yang bernama Sharia Economic Forum atau akrab disebut dengan SEF Gunadarma.

SEF (Sharia Economic Forum) berawal dari salah satu sub divisi dari unit kegiatan mahasiswa fajrul Islam yang membahas tentang ekonomi Syariah. Dan salah satu programnya adalah Kaesyar (Kajian Ekonomi Syariah). SEF berdiri karena ide dari para alumni Universitas Gunadarma yang telah mengadakan sebuah acara berbasis ekonomi syariah yaitu Gunadarma Shria Economic Event (G-SENT) pada tahun 2004, acara G-SENT juga menjadi acara tahunan yang selalu diadakan oleh SEF. Setelah acara G-SENT, di luar dugaan kegiatan ini dinilai cukup berhasil oloh pihak kampus dan dapat menarik dan menumbuhkan minat para mahasiswa kepada ekonomi syariah. Dari sinilah mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membentuk sebuah lembaga atau organisasi yang dapat menyediakan sesuatu untuk memenuhi minat kalangan mahasiswa dalam bidang ekonomi syariah..
Tercetuslah sebuah nama awal yaitu FKEI (Forum Kajian Ekonomi Islam), tetapi belum disahkan oleh pihak kampus. Barulah pada masa kepemimpinan presiden dan wakil presiden BEM FE periode 2005-2006 yaitu Saudara Panji dan Vicky, lembaga tersebut dideklarasikan pada bulan Januari 2006 oleh Wakil Dekan III Fakutas Ekonomi, oleh Bapak Budi Prijanto dengan sebuah nama baru yang sangat indah didengar yaitu SEF (Sharia Economic Forum). Pada saat itu SEF berada di dalam struktur BEM Fakultas Ekonomi sebagai Badan Semi Otonom. Pada saat itu belum ada open recuritmen seperti saat ini, hanya siapa saja yang mau gabung, dikarenakan baru beberpa orang saja anggotanya. Pada tahun 2006-2007, terpilihlah Saudara Winardhi Wareham sebagai ketua SEF yang pertama. Beliau memimpin SEF selama dua periode yakni tahun 2006-2007 dan 2007-2008.
Sebagai Badan semi Otonom dan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di Universitas Gunadarma, SEF terus berupaya untuk mencetuskan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dari segi ruhiah dan ilmiah melalui program-program unggulannya, diantaranya adalah Gunadarma Shria Economic Event acara ini diadakan setiap tahun dan menjadi acara tahunan wajib yang diadakan oleh SEF, Temu Alumni acara ini diadakan untuk tetap menjalin silaturahmi antara anggota maupun anggota muda dengan para alumni, Kuliah Informal Ekonomi Syariah acara ini juga diadakan setiap tahun untuk memberikan wawasan tentang ekonomi syariah dan berlangsung selama beberapa hari, Aktualisasi Ekonomi Syariah, Media Syar’i untuk mensosialisasikan Ekonomi Syariah, dan Gathering dan Diskusi Bulanan Ekonomi Syariah acara Gathering merupakan acara yang diselenggarakan dengan tujuan mengenalkan Sharia Economic Forum kepada para mahasiswa-mahasiswi baru Universitas Gunadarma sedangkan Diskusi Bulanan Ekonomi Syariah adalah diskusi bulanan yang membahas tentang berita atau isu-isu yang sedang di bicarakan masyarakat dan pembicaranya adalah anggota dari SEF. Setelah masa kepemimpinan Saudara Winardhi Wardhana, estafet kepemimpinan SEF dilanjutkan oleh Saudara Aulia Reza Utama. SEF masih seperti balita yang sedang tumbuh, namun terus mencoba menjadi luar biasa dengan terus memperbaiki diri dan belajar dari setiap kesalahan. SEF juga mendapat banyak masukan dari rekan-rekan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) lainnya yang tergabung dalam Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).
Pada periode 2009-2010, setelah berdiskusi dengan dosen-dosen di Universitas Gunadarma, SEF mendapat masukan agar segera mengembangkan kegiatannya, karena SEF mampu digunakan sebagai sarana berdiskusi mahasiswa fakultas ekonomi khususnya dan di luar fakultas ekonomi yang memang tertarik dengan ekonomi syariah, selain pengetahuan ekonomi syariah yang memang perlu untuk dipelajari oleh setiap orang. Didasari oleh itu, maka dilakukan open recruitment untuk anggota forum yang ingin belajar ekonomi syariah, setelah periode sebelumnya yang hanya terdiri dari BPH SEF saja juga merupakan anggota BEM FE. Selanjutnya, pada era kepemimpinan SEF oleh Saudara Muhamad Rizky Rizaldy (Manajemen, 2008) selama dua periode berturut-turut yakni pada tahun 2010-2011 dan 2011-2012. Beliau memberikan sentuhan unik dan berpengaruh besar terhadap perkembangan SEF.
Cita-citanya untuk membuat SEF lebih dikenal oleh seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma, sebagai upaya syiar ekonomi Islam pun tercapai. Eksistensi SEF di regional Jabodetabek juga mulai terlihat sejak dikirimnya 10 anggota SEF untuk mengikuti Shria Economist Training di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam Tazkia Bogor asuhan Bapak Syafi’I Antonio, dan berhasil meraih prestasi sebagai penulis essay terbaik untuk kategori penulis laki-laki maupun perempuan. SEF kini dikenal sebagai komunitas mahasiswa yang eksis di Universitas Gunadarma dalam pekatnya nuansa kemuliaan etika di sisi keilmiahannya. “Kami hanya berupaya siapa pun yang belajar di SEF bisa jadi orang baik, dan punya semangat untuk memperbaiki” ujar Rizaldy. Perjalanan SEF terus ditandai dengan bergantinya kepemimpinan pada periode 2012-2013, yang di ketuai oleh Saudara Khairul Ardianto (Akuntansi, 2009).
Di bawah kepemimpinan Khairul, SEF berupaya untuk lebih di kenal bukan hanya di kalangan kampus dan Jabodetabek, melalui Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) melainkan juga ingin melebarkan prestasinya di wilayah Jabodetabek. Di buktikan dengan prestasinya sebagai Media Terbaik serta terpilih menjadi 5 besar KSEI Terbaik Nasional yang di raih pada acara Musyawarah Nasional (MUNAS) yang memang merupakan agenda tahunan FoSSEI. Hal itu pun terwujud dengan semakin dikenalnya program-program SEF oleh FoSSEI Jabodetabek serta semakin eratnya ikatan silaturahim antar KSEI. Seiring berjalannya waktu, SEF semakin menunjukan performanya dalam menyebarkan kebaikan melalui Ekonomi Syariah. kepemimpinan SEF kemudian beralih kepada Saudara Ashabul Kahfi periode 2013-2014 yang berhasil membawa SEF lebih luas lagi dalam menjalin relasi di ranah Nasional dengan terpilihnya kembali SEF sebagai KSEI dengan Media Terbaik Nasional melalui MUNAS. Bersama Kahfi, SEF mampu bertahan 2 (dua) tahun berturut-turut dengan prestasi tersebut.
Setelah itu Ashabul Kahfi juga terpilih menjadi Presidium Nasional (Presnas) dan di lantik pada saat MUNAS FoSSEI 2014, merepakan kebangsaan tersendiri bagi Kahfi untuk membawa nama baik SEF dan menjalin silaturahim dengan KSEI di seluruh Indonesia. Ekonomi Syariah di Indonesia yang kian memberikan progres positif memicu SEF untuk terus maju dan berkembang serta dapat menjadi tolak ukur kesuksesan sebuah Forum. Estafet dakwah pun di lanjutkan dengan terpilihnya Saudara Ahmad Husin (Akuntansi, 2011) sebagai Ketua SEF periode 2014-2015, bercermin dari prestasi yang mampu di wariskan Oleh para alumni SEF sebelumnya, Ahmad Husin dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh, memimpin para anggotanya untuk mempertahankan prestasi yang telah di raih. Ia berupaya memberikan kekuatan bagi internal SEF sendiri agar dapat menjadi contoh bagi para Ekonom Rabbani lainnya, bersama Husin, SEF yang dinilai masih dalam masa pertumbuhan mampu membuktikan kualitasnya dengan menjuarai berbagai kompetisi di ajang Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) 2015 hingga berhasil menjadi Finalis 6 besar Olimpiade Ekonomi Islam Nasional pada Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) 2015. Husin beserta jajarannya selalu menumbuhkan semangat kepada para SDM SEF dan menciptakan mimpi-mimpi baru yang luar biasa bagi perkembangan Ekonomi Islam di dunia.
SEF juga menjalin hubungan baik dengan berbagai lembaga ekonomi syariah, mulai dari Bank Indonesia, sesama KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) di seluruh universitas di Indonesia, sampai berbagai institusi keuangan. Hingga kini, bertepatan dengan 1 dekade usia SEF. Pada periode 2015-2016, SEF dipimpin oleh Saudara Rivaldi Samah (Akuntansi, 2012). Rivaldi mempunyai design kepemimpinannya sendiri untuk seluruh anggota SEF yang ingin mempunyai kualitas yang mumpuni untuk menjawab tantangan zaman melalui perwujudan visi misinya satu tahun kedepan. Semoga harapan dan cita-cita Rivaldi dalam membangun keluarga SEF dapat terwujud dengan ukhuwah islamiyah yang selalu menjadi kekuatan berdakwah, selaras dengan budaya SEF yaitu Ikhlas dan Professional.
Perbedaan SEF dari tahun ke tahun adalah struktur organisasinya. Yang dulu hanya ada ketua, sekertaris, dan bendahara. Sekarang sudah banyak divisinya seperti Koordinator Divisi Humas, Staff Divisi Humas, Staff Divisi Keuangan dan sebagainya. Acara GSENT juga banyak kemajuan yang semula hanya seminar, sekarang berkembang dengan adanya lomba essay, video dari berbagai Universitas di Indonesia.


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts