Minggu, 25 September 2016

Tugas Ilmu Budaya Dasar

NAMA   : Yolanda Regita Cahyani
KELAS  : 1EA06
NPM      : 17216796

Kesenian Tayub yang Mulai Menghilang

    
     Kesenian Tayub atau Ledek mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat jawa. Kesenian tayub begitu terkenal di daerah Jawa khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Kesenian Tayub biasanya digunakan sebagai sarana upacara, hiburan dan tontonan. Tayub dipertunjukkan pada upacara, seperti bersih desa atau rasulan dan perkawinan. Tayub yang dipertunjukkan dalam bersih desa atau rasulan bertujuan untuk mendapatkan kesuburan tanah, hasil panen melimpah, ketenangan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Sementara itu tayub yang dipertunjukkan dalam upacara pernikahan mempunyai maksud agar pasangan pengantin segera mendapat keturunan. Namun seiring perkembangannya, dari kalangan Islam kesenian tayub menuai pro dan kontra. Dari pandangan islam kesenian tayub di anggap melanggar hukum islam. Sebagian masyarakat menganggap kesenian tayub hanya untuk hiburan dan dapat di terima di masyarakat.

     Kesenian tayub sangat dipengaruhi oleh para penari perempuan atau ledek, fungsi ledek disini untuk menarik minat para pengibing yang sedang menonton untuk menari bersama. Setelah selesai menari biasanya pengibing akan memberikan saweran. Tidak semua perempuan bisa menjadi ledek, untuk menjadi ledek seorang perempuan tidak hanya berparas cantik dan menawan tetapi juga harus memiliki kemampuan menari, merias diri dan berbusana baik untuk mendukung penampilannya dalam pertunjukan tayub. Seorang ledek harus menguasai tembang maupun berekspresi. Di samping memiliki wajah yang cantik juga harus memiliki perilaku yang ramah dan santun terhadap orang lain turut mendukung daya tarik seorang ledek. Tidak hanya ledek dalam pertunjukkan tayub ada berbagai pemeran dalam pertunjukkannya seperti pengarih, pengibing, sinden dan pengrawit gamelan.

Popular Posts