NAMA : Yolanda Regita Cahyani
KELAS : 1EA06
NPM : 17216796
KELAS : 1EA06
NPM : 17216796
Kesenian
Tayub yang Mulai Menghilang
Kesenian Tayub atau Ledek mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat jawa. Kesenian tayub begitu terkenal di daerah Jawa khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Kesenian Tayub biasanya digunakan sebagai sarana upacara, hiburan dan tontonan. Tayub dipertunjukkan pada upacara, seperti bersih desa atau rasulan dan perkawinan. Tayub yang dipertunjukkan dalam bersih desa atau rasulan bertujuan untuk mendapatkan kesuburan tanah, hasil panen melimpah, ketenangan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Sementara itu tayub yang dipertunjukkan dalam upacara pernikahan mempunyai maksud agar pasangan pengantin segera mendapat keturunan. Namun seiring perkembangannya, dari kalangan Islam kesenian tayub menuai pro dan kontra. Dari pandangan islam kesenian tayub di anggap melanggar hukum islam. Sebagian masyarakat menganggap kesenian tayub hanya untuk hiburan dan dapat di terima di masyarakat.
Kesenian tayub sangat dipengaruhi oleh para penari perempuan atau ledek, fungsi ledek disini untuk menarik minat para pengibing yang sedang menonton untuk menari bersama. Setelah selesai menari biasanya pengibing akan memberikan saweran. Tidak semua perempuan bisa menjadi ledek, untuk menjadi ledek seorang perempuan tidak hanya berparas cantik dan menawan tetapi juga harus memiliki kemampuan menari, merias diri dan berbusana baik untuk mendukung penampilannya dalam pertunjukan tayub. Seorang ledek harus menguasai tembang maupun berekspresi. Di samping memiliki wajah yang cantik juga harus memiliki perilaku yang ramah dan santun terhadap orang lain turut mendukung daya tarik seorang ledek. Tidak hanya ledek dalam pertunjukkan tayub ada berbagai pemeran dalam pertunjukkannya seperti pengarih, pengibing, sinden dan pengrawit gamelan.
- Pengarih adalah orang yang mengatur jalannya pertunjukkan tayub dari awal sampai akhir. Selain itu juga bertugas mengatur urutan giliran penari bagi para pengibing, melerai perkelahian yang mungkin terjadi. Misalnya: terjadi kerusuhan, mabuk-mabukan dan pelanggaran asusila.
- Pengibing adalah sebutan bagi tamu yang diberikan kehormatan untuk menari bersama ledek dalam pertunjukkan tayub, biasanya ditentukan oleh pengarih secara berurutan.
- Sinden adalah sebutan bagi para wanita yang bernyanyi tembang-tembang jawa dan mengikuti iringan gending gamelan.
- Pengrawit gamelan adalah penabuh gamelan atau musik karawitan atau orang yang profesional di bidang musik gamelan. Macam-macam gamelan yang di pakai dalam proses pertunjukan tayub adalah kendang, gong, bonang, saron, peking, kenong, kempul, slentem, dan sebagainya.
Memang sangat disayangkan jika sebuah warisan budaya leluhur yang seharusnya menjadi ciri dari sebuah bangsa atau daerah harus dikotori oleh tangan-tangan kolonial yang menjadikan kesenian tayub dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Pandangan negatif sudah terlanjur melekat pada kesenian tayub karena kesenian tayub yang menjadikan perempuan sebagai unsur dominan dalam pertunjukan. Sehingga saat ini hanya sebagian masyarakat desa yang masih mempertunjukan kesenian tayub di acara-acara tertentu. Saat ini kesenian tayub mulai menghilang di masyarakat karena tergeser oleh budaya barat yang meracuni para generasi muda, kurangnya minat para generasi muda untuk mempelajari kesenian tayub yang meyebabkan tidak adanya generasi penerus membuat tayub saat ini jarang ditemui, kurangnya kesadaran diri masing-masing dan hanya beranggapan bahwa kesenian tayub itu negatif membuat kesenian tayub perlahan-lahan mulai menghilang dan terlupakan.

0 komentar:
Posting Komentar