Kamis, 14 November 2019

SEGMENTASI PASAR GLOBAL DAN TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN RANTAI PASOK DAN RANTAI NILAI


       Segmentasi pasar global didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi kelompok atau kumpulan pelanggan potensial pada tingkat nasional maupun sub nasional yang kianya mempunyai persamaan tingkah laku dalam membeli.
Setelah mengidentifikasikan segmen, langkah berikutnya menetapkan target, artinya mengevaluasi segmen & memfokuskan usaha pemasaran pada suatu Negara atau kelompok orang yang mempunyai respon potensial yang signifikan.
Akhirnya perushaan harus merencanakan cara untuk membidik pasar-pasar yang dipilih sebagai targe dengan menetapkan posisi terbaik bagi produk yang ditawarkannya. Menetapkan posisi berarti menemukan cara menanamkan produk dalam ingatan pembeli potensial dipasar target dengan merancang bauran pemasaran secara tepat.

Segmentasi Pasar Global
Sekarang ini , para agen periklanan & perusahaan global cenderung mensegmentasikan pasar dunia berdasarkan pada beberapa kriteria kunci :
1. Demografis
Didasarkan pada karakteristik populasi yang dapat diukur ari seperti umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan & pekerjaan.
2. Psikografis
Proses pengelompokan orang dalam arti sikap, nilai-nilai yang dianut, dan gaya hidup à idealis, materialis, tradisional.
3.  Karakteristik tingkah laku & manfaat yang dicari.
Tingkah laku : memfokuskan pada apakah orang akan membeli & menggunakan suatu produk atau tidak, disamping seberapa sering & berapa banyak yang dipakainya. Konsumen dapat dikategorikan menurut tingkat penggunaan, mis : pengguna berat , sedang, ringan, bukan pengguna. Atau menurut status pengguna, mis : pengguna potensial, bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna regular, pengguna pertama kali, dan pengguna produk pesaing.
Manfaat yang dicari : manfaat yang ditawarkan suatu produk tanpa memperdulikan wilayah geografisnya.

Menetapkan Sasaran Global
Segmentasi merupakan proses yang dipergunakan oleh pemasar untuk mengelompokkan konsumen yang mempunyai keinginan & kebutuhan yang sama.
Menetapkan sasaran adalah : tindakan mengevaluasi & membandingkan kelompok yang diidentifikasi & kemudian memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi paling besar.
Kriteria untuk menentukan target :
1. Besar segmen yang ada & potensi pertumbuhan
2. Persaingan potensial
3. Kecocokan & kelayakan.
Memilih strategi pasar sasaran global.
1. Pemasaran globlal yang tidak membeda-bedakan . Serupa dengan pemasaran missal dalam satu Negara, pendek kata, serupa dengan melibatkan penciptaan bauran pemasaran yang sama.
2. Pemasarn global terkonsentrasi.
Menyiapkan bauran pemasaran untuk membidik segmen tunggal di pasar global.
3. Pemasaran global yang membeda- bedakan.
Menentukan posisi produk di pasar global
Pemasaran menentukan posisi yaitu suatu proses yang dipakai oleh perusahaan untuk menetapkan suatu citra dibenak konsumen relative, terhadap citra produk yang ditawarkan oleh pesaing.
Menentukan posisi teknologi tinggi ( Hi-tech Positioning )
Komputer pribadi , video & peralatan stereo, serta mobil merupakan contoh kategori produk dengan menentukan posisi teknologi tinggi terbukti efektif. Produk seperti ini sering kali dibeli atas dasar sifat –sifat produk yang konkret walaupun citra mungkin juga penting. Pembeli biasanya sudah mempunyai atau berkeinginan memperoleh informasi teknis yang cukup banyak. Dibagi 3
1.  Produk teknis : computer, bahan kimia. Contoh produk yang pembelinya mempunyai kebutuhan tertentu, perlu banyak informasi serta mempunyai bahasa yang sama. Mis : pembeli computer di Eropa & Amerika mempunyai pengetahuan yang setara mengenai mikroprosesor 486, hard dis 80 mega, 8 mega RAM.
2.  Produk untuk peminat khusus. Produk ini tidak terlalu teknis & lebih berorientasi pada waktu luang atau rekreasi, mempunyai karakteristik pengalaman yang serupa & keterlibatan pengguna yang tinggi. Bahasa yang sama & symbol yang berkaitan dengan produk seperti itu dapat mengatasi hambatan bahasa & budaya. Peralatan olah raga adidas, kamera Canon, contoh produk untuk peminat khusus yang sukses.
3.  Produk yang dapat ditunjukkan kegunaannya. Produk yang berbicara untuk dirinya sendiri dalam iklan sifat & dan manfaatnya juga berjalan dengan baik. Kamera instan Polaroid merupakan contoh produk global yang dapat ditunjukkan kegunaannya & amat sukses.
Menentukan posisi sentuhan canggih ( Hi-touch positioning )
Kurang memerlukan penekanan pada informasi khusus & lebih menekankan pada citra.
Pembeli produk sentuhan canggih juga mempunyai bahasa yang sama & sekumpulan symbol yang berkaitan dengan tema kesejahteraan, materialism, & romantisme . Ada 3 :
1.  Produk yang memecahkan masalah umum.
Kategori ini menyediakan manfaat yang berkaitan dengan moment kecil dalam kehidupan . Iklan yang menayangkan percakapan diantara teman di kafe sambil minum secangkir kopi atau menghilangkan dahaga dengan minuman ringan disiang hari ditepi pantai menempatkan produk dipusat kehidupan sehari-hari & mengkomunikasikan manfaat yang ditawarkan dengan cara yang dipahami diseluruh dunia.
2.  Produk desa global.
Wangi-wangian chanel, pakaian mode pendesain, air mineral & pizza merupakan contoh baik dari produk yang mempunyai posisi alami kuat diseluruh dunia. Dalam pasar globalproduk mungkin mempunyai daya tarik global hanya berdasaarkan pada Negara pembuatnya. Ke-Amerika-an dari Levis, Marlboro, & Harley-Davidson. Sony merupakan nama yang sinonim dengan mutu Jepang, Mercedes merupakan perwujudan insinyur Jerman yang legendaries.
3.  Produk yang menggunakan tema universal.
Beberapa tema iklan & daya tarik produk dipikirkan cukup mendasar sehingga benar bersifat transnasional. Tema tambahan adalah materialissme ( kunci untuk citra oang kaya & status ), kepahlawanan ( tema termasuk individu sederhana atau pengorbanan diri ) bermain ( waktu luang / rekreasi ) & prokreasi ( citra masa pacaran & romantisme )
Perlu dicatat bahwa beberapa produk dapat diposisikan dengan lebih dari 1 cara.
Misal : camera canggih dapat diklasifikasikan à produk teknik & untuk peminat khusus.
Produk lain mungkin diposisikan dalam mode bi-polar artinya sebagai produk berteknoloogi tinggi sekaligus sentuhan canggih.

Pemasaran di Negara berkembang
Kekurangan akan barang & jasa merupakan masalah sentral dinegara-negara berkembang & kebutuhan yang paling menekan adalah memperluas produksi.Pemasaran adalah disiplin yang menjadi pedoman dalam proses mengidentifikasi & memenuhi kebutuhan & keinginan masyarakat.
Sebelum memutuskan apakah akan memasuki suatau Negara berkembang, hal-hal yang perlu dipertimbangkan :
1.                  Carilah informasi lain disamping PNB per kapita. Angka per kapita mungkin menyembunyikan adanya kelas menengah dalam jumlah besar dalam pasar tadi.
2.                  Pertimbangan Negara-negara berkembang secara kolektif, bukan satu persatu.
3.                  Ingat bahwa tidak semua Negara berkembang sama.
4.                  Beri bobot antara manfaat & biaya kalau menjadi perusahaan pertama yang menawarkan suatu produk atau jasa disebuh Negara berkembang.
5.                  Tetapkan batas waktu realistic untuk melihat hasilnya. Karena perbedaan hokum politik atau kekuatan sosial, berbagai peristiwa mungkin bergerak dengan lambat.

Teknik Pengambilan Keputusan Terkait dengan Rantai Pasok (Supply Chain) dan Rantai Nilai ( Value Chain)

Menurut literatur, rantai pasok adalah sistem organisasi orang, teknologi, aktifitas, informasi, dan sumber daya yang terlibat di dalam proses penyampaian produk/jasa dari pemasok ke konsumen. Aktifitas-aktifitas dalam rantai pasok mengubah sumber daya alam, bahan baku, dan komponen-komponen dasar menjadi produk-produk jadi yang akan disalurkan ke konsumen akhir.
Rantai nilai adalah konsep yang berasal dari ilmu manajemen bisnis, dikembangkan dan dipopulerkan pertama kali oleh Michael Porter dalam bukunya “Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance”. Porter mendefinisikan “nilai” sebagai besarnya uang yang bersedia dibayar konsumen untuk apa yang diberikan perusahaan. Dengan begitu, secara sederhana rantai nilai adalah kombinasi serangkaian aktifitas perusahaan yang bertujuan untuk memberikan “nilai” bagi konsumen.
Lalu, apa bedanya?
Untuk memudahkan mengerti perbedaan kedua rantai ini, kita harus memahami lebih dalam apa itu “nilai”.
Bayangkan jika ada seseorang yang berjalan di padang pasir dan hampir mati kehausan. Hanya ada satu di pikirannya yaitu air. Di saat seperti ini, orang itu tidak akan terlalu peduli dengan kemasan air, kualitas, bentuk botol air, atau mereknya. Air telah memiliki “nilai” unik di mata orang itu. Ketika orang ini melihat air atau ada orang yang menawarkan air, uang tidak lagi penting bagi orang itu asalkan bisa memperoleh air.
Apa inti cerita di atas? Pertama, “nilai” adalah pengalaman subjektif yang tergantung pada konteks. Bagi pelayan restoran, segelas air di atas meja tidak bernilai, bahkan mungkin bernilai negatif karena berarti menambah pekerjaan membersihkan. Tapi bagi orang yang hampir mati kehausan, segelas air yang sama sangat besar nilainya.
Kedua, nilai tercipta saat kebutuhan dipenuhi melalui penyediaan produk, sumber daya, atau layanan, biasanya disertai transaksi atau pertukaran.

Terakhir, nilai adalah sebuah pengalaman, dan nilai berasal dari seseorang yang menerima produk (konsumen). Ini adalah kunci perbedaan antara rantai pasok dan rantai nilai. Perspektif keduanya mengenai proses bisnis memiliki alur yang bertolak arah. Rantai pasok mulai dari hulu ke hilir, sedangkan rantai nilai dari hilir ke hulu.


Rantai nilai telah mengubah cara pandang proses bisnis dari berbasis sumber daya menjadi berbasis kebutuhan dan keinginan pasar. Dengan demikian, prinsip penting dalam proses bisnis adalah “memahami nilai dari perspektif konsumen”. Dari prinsip ini muncul dua pertanyaan mendasar yang harus dijawab saat menyusun strategi bisnis:
·         Siapa konsumen kita?
·         Apa yang bernilai bagi mereka?
Dua pertanyaan ini memang sederhana, namun implikasinya sangat besar terhadap berlangsungnya proses bisnis dan cara kita memandang rantai. Jika kita hanya fokus pada rantai di depan dan di belakang kita, pendekatan yang diambil hanya bersifat “reaktif” terhadap kebutuhan. Namun jika kita memfokuskan diri ke rantai-rantai yang lebih jauh ke belakang atau ke depan, kita bisa meningkatkan kecepatan reaksi kita dan menjadi “proaktif”.

    Jadi, untuk membantu pemasok Anda lebih cepat memenuhi kebutuhan Anda, Anda perlu mengenal pemasoknya pemasok Anda dan memperkenalkan konsumen Anda ke pemasok Anda. Sebagai produsen, untuk membantu Anda mengambil keputusan, Anda harus tahu apa yang diperbuat pelanggannya pelanggan Anda terhadap produk Anda. Inilah inti dari rantai nilai, masing-masing rantai harus tahu apa yang diperbuat pada produk mereka di sepanjang rantai di depannya agar bisa menciptakan atau menambah nilai produk tersebut. Saat produk sudah mampu diberi nilai tambah, keuntungan usaha pasti mengikuti dengan sendirinya.


Kamis, 31 Oktober 2019

Aspek Dasar Budaya



Negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial antara dua atau lebih orang, maupun antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, dengan kebutuhan atau tujuan berbeda untuk mencapai suatu kesepakatan atau solusi. Negosiasi bisa berarti pula proses penyelesaian sengketa dengan jalan berunding di antara orang-orang yang saling berselisih.

·         Jenis Produk:
-          Produk Industri
Yaitu produk yang dibeli oleh produsen atau perusahaan, yang nantinya akan dijual kembali atau digunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi sehingga menghasilkan barang lain. Jadi intinya barang/produk industri digunakan untuk proses produksi, diantaranya yaitu:
  1. Bahan baku dan suku cadang
  2. Barang modal
  3.  Perlengkapan dan layanan bisnis

-       Produk Konsumsi
Yaitu produk yang digunakan oleh konsumen tingkat akhir, jadi konsumen membeli lalu digunakan langsung sehingga tidak dijual kembali. Secara umum produk yang sering di konsumsi masyarakat digolongkan menjadi tiga bagian diantaranya:
  1. Produk kebutuhan sehari-hari
  2. Produk belanjaan
  3. Produk khusus


Route Map PT Pratama Jaya Perkasa dari tema Lingkungan sosial budaya dalam Negosiasi Bisnis

Dari Route Map di atas berikut merupakan manfaat dalam komunikasi antar budaya dalam negosiasi bisnis:

1.Menyatukan Perbedaan Budaya pada Setiap Perusahaan
Komunikasi antar budaya memiliki peranan yang penting dalam dunia bisnis salah satunya adalah untuk menyatukan perbedaan budaya pada setiap perusahaan. Komunikasi tersebut berfungsi sebagai pengetahuan seseorang dalam sebuah perusahaan untuk menghadapi budaya yang ada pada perusahaan lain. Setiap perusahaan memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.

2.Meningkatkan Komunikasi Lintas Budaya
Suatu perusahaan memiliki banyak karyawan yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Oleh karena itu, komunikasi antar budaya menjadi penting untuk meningkatkan komunikasi antar budaya dalam diri seseorang maupun perusahaan tersebut.

3.  Meningkatkan Kerjasama dalam Tim
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa setiap perusahaan memiliki karyawan yang berbeda latar belakang budayanya. Tujuan utama dalam sebuah perusahaan adalah untuk mencapai kesuksesan bersama. Oleh karena itu, latar belakang karyawan yang multi budaya ini sering menimbulkan permasalahan seperti kesalahpahaman pada saat bertugas. Komunikasi antar budaya menjadi solusi untuk memahami masing-masing karakter budaya karyawan tersebut demi menciptakan kerjasama yang baik dalam tim dan untuk mewujudkan kesuksesan bersama.

4. Sebagai Proses Negosiasi
Bisnis tidak hanya dilakukan di dunia domestik saja, tetapi bisnis yang maju telah mencapai seluruh dunia. Komunikasi antar budaya menjadi kunci utama untuk berbisnis di luar negeri. Selain itu, komunikasi antar budaya juga dilakukan di dalam dunia domestik sebagai proses negosiasi dengan perusahaan lain yang ingin menjalin kerjasama. Dengan komunikasi antar budaya tersebut perusahaan lain dapat menilai kapabilitas perusahaan yang mengajukan kerjasama tersebut.

5. Menjalin Keharmonisan Antar Perusahaan
Dunia bisnis tentu berhubungan dengan perusahaan-perusahaan besar termasuk perusahaan domestik dan luar negeri. Komunikasi antar budaya menjadi alternatif perusahaan untuk menjalin keharmonisan atau hubungan baik dengan perusahaan lain. Perbedaan budaya yang ada dalam sebuah perusahaan harus dipahami dengan baik melalui komunikasi antar budaya mulai dari peran dan status, nilai-nilai sosial, norma, dan gaya komunikasi. Hal ini menjadi penting untuk menjalin keharmonisan dalam kerjasama dengan perusahaan lain.

6. Membuka Peluang Kerjasama dengan Perusahaan Asing
Perusahaan di negara ini telah memasuki pemasaran global, dimana perusahaan tidak hanya bekerja sama dengan perusahaan tanah air saja tetapi sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan bonafit yang ada di luar negeri. Fungsi dari komunikasi antar budaya adalah memberikan pemahaman kepada sebuah perusahaan tentang kebudayaan-kebuadayaan dari perusahaan asing, sehingga perusahaan tersebut dapat membuka peluang kerjasama dengan perusahaan asing lainnya.

7.Untuk Mengambil Keputusan
Seorang pemimpin memiliki wewenang untuk membuat peraturan-peraturan dalam sebuah perusahaan. Seorang pemimpin wajib mengetahui kebudayaan yang ada dalam perusahaannya karena orang-orang yang berada dalam perusahaan tersebut memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda. Cara yang tepat untuk memahami budaya tersebut adalah menggunakan komunikasi antar budaya. Komunikasi antar budaya tidak hanya memahami kebudayaan seperti ras, agama, dan kebudayaan lainnya yang sakral tetapi kebudayaan di sini juga menyangkut kebudayaan berupa peranan, status, nilai sosial, dan lain sebagainya. Hal ini memudahkan seorang pemimpin untuk mengambil sebuah keputusan dalam perusahaan.

8.Mengetahui Karakter Seseorang
Komunikasi antar budaya dalam dunia bisnis sangat penting untuk mengetahui karakter seseorang. Misalnya, ketika seseorang bawahan yang ingin bertemu dengan atasan biasanya menggunakan pakaian yang rapih, mimik muka tersenyum, berbicara sopan, dan tata karma lainnya. Hal ini sudah menjadi budaya dalam dunia bisnis. Ketika ada orang yang melanggar aturan tersebut terkesan tidak sopan bahkan bisa berdampak buruk pada nilai-nilai sosial.

9 .Mencegah Etnosentrisme
Budaya berkaitan dengan etnosentrisme. Etnosentrisme adalah suatu pandangan dari individu tentang individu lain yang beranggapan bahwa kebudayaannya lebih baik dibandingkan dengan kebudayaan individu lain. Orang yang etnosentrisme biasanya tidak memiliki wawasan yang luas akan budaya dan dalam dirinya tidak ada rasa toleransi atau saling menghargai. Komunikasi antar budaya yang berfungsi sebagai pengetahuan ini dapat mencegah timbulnya etnosetrisme dalam diri seseorang dalam sebuah perusahaan.

10.  Kinerja Kerja Perusahaan
Kebudayaan yang beragama dalam sebuah perusahaan dinilai kreatif karena setiap sumber daya manusia dapat berinovasi dengan pola pikir yang berbeda-beda. Komunikasi antar budaya menjadi penting untuk kinerja kerja di perusahaan mulai dari tahap produksi, distribusi, dan keuangan. Budaya seperti kejujuran, disiplin, mudah beradaptasi, dan budaya lainnya inilah yang memberikan kesuksesan dalam dunia bisnis.

  • Hukum Internasional

Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, hukum internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional semakin kompleks pengertiannya. Hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu. Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.
  • Organisasi Kawasan (OK)

Organisasi kawasan (OK) adalah organisasi internasional (OI) yang beranggotakan beberapa negara dan mencakup badan geopolitik yang operasinya tidak memandang batas negara-bangsa. Keanggotaannya ditentukan oleh batas geografi tertentu seperti benua atau batas geopolitik seperti blok ekonomi. Organisasi kawasan didirikan untuk mendorong kerja sama dan integrasi politik dan ekonomi atau dialog antarnegara atau antarlembaga dalam satu wilayah geografis atau geopolitik tertentu. Organisasi ini menggambarkan pola pembangunan dan sejarah yang muncul sejak akhir Perang Dunia II serta fragmentasi di dalam globalisasi. Sebagian besar OK bekerja sama dengan organisasi-organisasi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.[1] Meski organisasi kawasan kadang disebut organisasi internasional, istilah organisasi kawasan dianggap lebih masuk akal karena menekankan cakupan keanggotaannya yang lebih terbatas.
Contoh-contoh OK adalah Uni Afrika (UA), Uni Eropa (UE), Komunitas Karibia (CARICOM), Liga Arab (AL), Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Asosiasi Kerja Sama Kawasan Asia Selatan (SAARC), dan Persatuan Bangsa-Bangsa Amerika Selatan (USAN).
  • Lisensi

Lisensi secara umum dapat diartikan pemberian izin, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lain, pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan.
  • Antitrust

Antitrust merupakan kebijakan pemerintah untuk menangani monopoli. Undang-undang antitrust bertujuan untuk menghentikan penyalahgunaan kekuatan pasar oleh perusahaan-perusahaan besar dan, terkadang, untuk mencegah merger dan akuisisi perusahaan yang akan menciptakan atau memperkuat monopoli.

Contoh perusahaan yang mendapatkan lisensi dari negara asing:
Garuda Indonesia


Maskapai penerbangan asli Indonesia ini memang sudah mendapatkan citra yang cukup baik selama beberapa dekade terakhir salah satunya adalah dengan bergabunng dengan skyteam. Dengan konsep layanan “Garuda Indonesia Experience”, maskapai ini berhasil bertahan di pasar global dengan menawarkan keunikan tersendiri dibandingkan dengan maskapai lainnya. Maskapai dengan jenis full service ini memanjakan penumpangnya dengan menyentuh 5 panca indera yang dimiliki manusia (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan juga sentuhan), yang dikaitkan pada kultur Indonesia. Kini maskapai tersebut dinobatkan sebagai maskapai bintang 5 dengan puluhan penghargaan baik dari Skytrax maupun CAPA.

Rabu, 23 Oktober 2019

Wakaf in Digital, Bersama Millenial Untuk Kemudahan Dalam Beramal!



“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam mempengaruhi sistem yang berlaku dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satunya adalah sistem perekonomian Indonesia. Sistem perekonomian Indonesia tidak terlepas dari sistem ekonomi Islam yang di dalamnya terdapat instrument keuangan publik Islam, salah satunya adalah wakaf uang. Wakaf uang dipandang sangat potensial dalam menciptakan kesejahteraan ekonomi dan mampu berkontribuisi dalam pembangunan perekonomian salah satunya dengan wakaf produktif, wakaf produktif dipercaya mampu mengurangi pengangguran, mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan di tengah masyarakat Indonesia.

Apa itu Wakaf?
Secara etimologis Wakaf berasal dari kata waqafa-yaqifu-waqfan yang mempunyai arti menghentikan atau menahan.
Menurut Kompilasi Hukum Islam, Pengertian Wakaf merupakan perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam Undang-undang No. 41 Tahun 2004 mengenai Wakaf, Pengertian Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (pihak yang mewakafkan harta benda miliknya) untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.
Seberapa Besar Potensi Wakaf?
Menurut data Badan Wakaf Indonesia, untuk potensi wakaf tanah pada tahun 2018 mencapai Rp 2.000 triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare (ha). Aset wakaf tanah sebanyak 337 bidang masih belum bersertifikat, sedangkan yang sudah bersertifikat sebanyak 163 bidang tanah. Sementara potensi wakaf uang setiap tahunnya mengalami peningkatan yakni menembus kisaran Rp300 triliun dengan realisasi yang baru mencapai sekitar Rp500 miliar di tahun 2019. Potensi wakaf yang begitu besar sangat miris jika tidak dimaksimalkan dengan baik. Sudah selayaknya nih teman-teman saat ini kita sebagai pemuda yang memainkan peran dalam roda penggerak perekonomian.

Ketika mendengar istilah wakaf, apa yang terlintas di benak teman-teman?? Dulu ketika saya belum memahami apa itu wakaf tunai, yang saya tahu hanya wakaf kuburan, wakaf tanah untuk pembangunan masjid dan pembangunan sekolah. Dulu yang saya tahu bahwa jika ingin berwakaf harus mempunyai uang yang berlebih sehingga kelebihan uang dapat digunakan untuk berwakaf tanah. Setelah mengikuti suatu seminar di Wakaf Goes To Campus dan berbincang-bincang dengan orang Kementrian Agama, saya dapat wawasan dan ilmu baru mengenai perkembangan wakaf saat ini. Mereka menjelaskan dengan detail tentang wakaf tunai dan menjelaskan platform yang sangat menarik yaitu Bima Islam di bawah naungan Kementrian Agama. Bima Islam menyediakan berbagai literatur tentang wakaf, berita-berita dan opini tentang wakaf serta regulasi tata cara berwakaf. Bima Islam memberikan kemudahan untuk masyarakat awam dalam memahami regulasi dan sistem perwakafan. Dengan adanya Bima Islam saya semakin tertarik untuk mempelajari wakaf lebih dalam. Saya semakin tertarik untuk menyarankan teman-teman pembaca blog ini untuk menggunakan website Bima Islam dalam mendapatkan bimbingan dan pelayanan yang nyaman dalam berwakaf.
Skema wakaf

Kemudahan di Era Revolusi Industri
Pada era Revolusi Industri 4.0 segalanya telah menjadi mudah, termasuk dalam berwakaf. Milenial saat ini belum bisa disebut gaul kalau belum pernah berwakaf karena, milenial berperan aktif dalam mendongkrak perekonomian Indonesia. Teknologi perwakafan saat ini sudah semakin di gencarkan oleh pemerintah seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo Soedigno “Kita perlu rangkul digitalisasi, karena ini proses baru terhadap perwakafan. Dan untuk mendorong anak milenial melakukan wakaf dengan handphone saja bisa wakaf”.

Dengan menggunakan teknologi, wakif (pihak yang melakukan wakaf) tidak perlu mengalami kesulitan untuk mencari nazhir (pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya) yang bisa dipercaya untuk mengelola harta mereka. Saat ini, sudah banyak bermunculan platform digital untuk wakaf dengan dua tipe wakaf yang dapat dipilih, yaitu wakaf melalui uang dan wakaf uang. Apasih bedanya kedua tipe wakaf tersebut??
Apa bedanya wakaf uang dan wakaf melalui uang? 
Sekilas istilah kedua tipe tersebut hampir sama, namun ternyata memiliki perbedaan yang mendasar terkait sistem pengelolaannya. Wakaf uang adalah wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang dikelola secara produktif, hasilnya dimanfaatkan untuk mauquf 'alaih (orang yang menerima wakaf). Sedangkan wakaf melalui uang adalah wakaf dengan memberikan uang untuk dibelikan/dijadikan harta benda tidak bergerak atau harta benda bergerak sesuai yang dikehendaki wakif atau program/proyek yang ditawarkan kepada wakif, baik untuk keperluan sosial maupun produktif/investasi.

Cara Mudah Berwakaf Uang
 Alur wakaf uang
Badan Wakaf Indonesia telah memberikan regulasi dalam berwakaf dengan memberikan sertifikat wakaf uang apa bila berwakaf minimal Rp 1.000.000,00. Kapanpun dan dimanapun teman-teman sudah bisa berwakaf dengan mudah sebab BWI telah bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah untuk mempermudah penyetoran. Yang dimana uang teman-teman akan diguankan untuk berinveastasi pada sektor rill. Nah nanti hasil investasi dana teman-teman akan bermanfaat untuk peningkatan prasarana ibadah dan sosial, serta kesejahteraan masyarakat.
Alur wakaf uang yakni dengan:
1. Wakif mengunjungi LKS PWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang)
2. Mengisi akta Ikrar Wakaf (AIW) dan melampirakan fotokopi kartu identitas diri yang berlaku
3. Wakif menyetor nominal wakaf dan secara otomatis dana masuk ke rekening BWI
4. Wakif mengucapkan shighat wakaf beserta menandatangani Akta Ikrar Wakaf (bersama dengan dua orang saksi dan satu pejabat bank sebagai pejabat pembuat AIW)
5. Wakfi menunggu LKS PWU untuk mencetak Sertifikat Wakaf Uang (SWU)
6. Terakhir LKS-PWU akan memberikan AIW dan SWU ke wakif sebagai tanda bukti bahwa pernah mengamalkan Wakaf Uang.

Nah gampang kan? Jadi nggak ada alasan bagi kita untuk tidak mengeluarkan harta terbaik kita.


Peran Millenial dalam Berwakaf
Saat ini tidak ada alasan lagi kita sebagai millenial untuk bermalas-malasan dalam berwakaf. Berwakaf dapat dilakukan hanya dengan satu genggaman saja. Karena sudah banyak loh lembaga-lembaga offline maupun online yaitu platform wakaf yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Platform ini dapat digunakan kapan saja dan dimana saja, jadi se-simple itu loh berwakaf di era digital. Untuk menggunakan platform tersebut, prosesnya sangat mudah karena wakif hanya perlu mendaftarkan diri pada aplikasi atau website yang terdiri atas nama lengkap, alamat email dan nomor handphone yang digunakan untuk verifikasi akun pada platform tersebut. Dana minimal yang diperlukan untuk berwakaf hanya sebesar Rp 10.000,00 sehingga setiap orang bisa menjadi wakif dan sekaligus menjadikan amal yang mengalir untuk mereka yang berwakaf.

Jadi setelah tau manfaat dan kemudahan berwakaf, sudah tergerakkah hati teman-teman untuk berwakaf???? Harusnya sudah tergerak ya teman-teman untuk berwakaf hehehe. Karena selain manfaat yang dirasakan langsung oleh mauquf alaih sang penerima manfaat juga sebagai amal jariyah yang akan terus mengalir hingga wakif meninggal dunia. Berwakaf tidak harus nunggu kaya raya dan menjadi konglomerat dulu teman-teman. Generasi Millenal bisa memulai berwakaf dari sekarang agar tercitanya Indonesia yang madani. Go Wakaf!!!!!!!!!

Informasi terkait tentang kemudahan dan kenyamanan Zakat dan Wakaf dapat teman-teman akses melalui akun media sosial dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama RI. Teman-teman dapat mengikuti akun media sosialnya di @literasizakatwakaf. Selain itu akun tersebut sering membagikan informasi yang informatif seputar Zakat dan Wakaf bahkan sering mengadakan kuis dan kompetisi lainnya.


Note: Tulisan ini diikutsertakan Kompetisi Blog; Festival Literasi Zakat Wakaf 2019. Semua foto dan infografis yang ada di postingan ini real atau murni milik dan hasil desain si penulis pribadi. Dengan sumber informasi tulisan juga grafik dari media sosial resmi @literasizakatwakaf juga website bimasislam.kemenag.go.id.

Jumat, 11 Oktober 2019

PEMASARAN INDUSTRI


PENDAHULUAN
Konsep yang mendasar 'di dalam proses nilai tambah antara penjual dan pembeli mengingatkan kita pada persamaan dari keduanya, yaitu pemasar konsumen dan industri. Bagaimanapun juga disana ada perbedaannya antara pasar konsumen dan pasar industri. Perbedaan ini harus dimengerti dengan baik bagi pemasar indutri kepada siapa konsumenyang ingin dijangkau dan dilayani lebih baik dan cepat, kemudian para pesaingnya dalamkelompok objek yang sama. Pemasaran industri adalah bersifat dinamis dan merupakan tempat yang menantang yangakan mempersembahkan kesempatan dalam mengaplikasikan konsep dan prinsip dari pemasaran. Demi keefektifan pasar industri, kami harus memahami dasar dari pemasaran industri denganfungsi yang berbeda dari beberapa hal dalam pasar konsumen.

ISI
·         Pengertian Pemasaran Industri
Pemasaran industri adalah pemasaran produk dan jasa kepada organisasi-organisasi kelompok bisnis/perusahaan. Kelompok bisnis meliputi perusahaan manufaktur, BUMN, kelompok sektor swasta, lembaga pendidikan, rumah sakit, distribusi maupun dealer. Organisasi bisnis membeli produk dan jasa untuk melayani beberapa tujuan, seperti produksi beberapa jenis barang dan jasa, memperoleh keuntungan, menekan biaya, dan lainnya.
·         Pengertian Pemasaran Konsumen
Pemasaran konsumen adalah pemasaran produk dan jasa untuk kebutuhan pribadi ataupun kebutuhan rumah tangga. Konsumen membeli produk dan jasa untuk dikonsumsi sendiri. Perusahaan (kelompok penjual) menjual besi baja, peralatan mesin, komputer dan produk jasa lainnya kepada perusahaan (kelompok pembeli) memerlukan pemahaman tentang kebutuhan pembeli, sumber daya, politik, peraturan pembelian dan lainnya. Yang paling pokok (terpenting) didalam pemasaran industri adalah menciptakan nilai lebih untuk konsumen dengan produk dan jasa yang berfokus pada keinginan dan maksud dari kelompok pembeli.
·         Karakteristik Pasar Industri
1.      Pembeli lebih sedikit
2.      Pembeli dengan skala yang lebih besar
3.      Pembeli yang terpu sat secara geografis
4.      Permintaan turunan
5.      Permintaan inelastis
6.      Permintaan berfluk tuasi
7.      Pembelian profesional
·         Karakteristik Pasar Konsumen
Dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti:
1.      Faktor social
2.      Faktor budaya
3.      Faktor pribadi
·         Pemasaran Industri dan Pemasaran Konsumen
Perbedaan yang mendasar dalam pelaksanaan manajemen pemasaran dari kedua jenis pemasaran tersebut adalah:
1.      Menentukan target dari pasar-pasarnya
2.      Mencari atau menemukan kebutuhan dan keinginan dari segmen target pasar tersebut
3.      Mengembangan produk dan jasa untuk melayanai kebutuhan dari cadangan pasar mereka
4.      Mengikutsertakan program-program atau strategi pemasaran guna mencaapai tujuan dan melayani konsumen lebih baik dan cepat dibandingkan dengan pesaingnya.

ANALISIS
Didalam pemasaran industri, secara geografis pasarnya terpusat (terkonsentrasi) jumlah konsumennya relatif sedikit, jalur distribusinya pendek, konsumennya sangat informative (sangat berhati-hati) dalam membeli produknya. Dibandingkan dengan pemasaran konsumen, maka pemasaran industri lebih bertanggung jawab secara keseluruhan. Kadang sangat sulit sekali membandingkan strategi pemasaran industri dengan strategi perusahaan pada umumnya. Dalam pemasaran konsumen, seringkali strategi pemasarannya berubah, hal ini menyangkut atau berhubungan dengan departemen pemasaran, perubahan di dalam promosi penjualan, pengepakandan lainnya. Bagaimanapun juga berubahnya strategi umum dalam pemasaran industri mempunyai peranan yang sangat besar sekali. Pada umumnya, bahwa benar perbedaan antara pemasaran industri dan konsumen sangat banyak, perbedaan itu sangat substansial sekali. Perbedaan ini bisa dilihat dengan membandingkan pasar tersebut yang ada pada table berikut ini :
Area
Pemasaran Industri
Pemasaran Konsumen
1.    Ciri Pasar
·         Secara Geografis terkonsentrasi
·         Pembeli relatif sedikit
·         Secara eografis tersebar
·         Pasar-pasar umum
2.    Ciri Produk
·         Secara tehnik sangat kompleks
·         Produknya sesuai dgn kebutuha
·         Starndar
3.    Ciri Jasa (service)
·         Jasa/layanan, ketersediaan penyerahan tepat waktu merupakan hal penting
·         Jasa/layanan, ketersediaan penyerahan sedikit banyaknya juga penting
·         Adanya keterlibatan anggota keluarga
4.    Perilaku Pembeli
·         Adanya keterlibatan berbagai area fungsional pada keduanya di perusahaan penyalur dan pembeli
·         Keputusan pembelian sebagian besar dibuat atas dasar masuk akal/ pencapaian yang mendasar
·         Keahlian Teknis
·         Stabilnya hub. pribadi antara penjualdan pembeli
·         Adanya keterlibatan anggotakeluarga
·         Keputusan pembelian kebanyakan dibuat atas dasar fisiologis, social dan kebutuhan pskologis
·         Sedikit dibutuhkan keahlian teknis
·         Hubungan bersifat pribadi
5.    Ciri Jalur (channel)
·         Lebih langsung
·         Jumlah para perantara dagang lebih sedikit
·         Langsung
·         Jumlah para perantara dagang berlapis-lapis ganda
6.    Ciri Promosi
·         Penjualan bersifat pribadi
·         Penjualan dalam periklanan
7.    Ciri Harga
·         Penawarannya bersaing dan harga bisa dinegosiasikan
·         Ada daftar harga pada produk standar
·         Ada daftar harga atau harga maksimum pedagang kecil

DAFTAR PUSTAKA
Prasetyo, Muhammad Nur Dwi. 2014. Manajemen Pemasaran-Menganalisis Pasar Bisnis. Universitas Jember.
Purnomo, Heru. 2016. Manajemen Pemasaran Industri. Universitas Gunadarma.
Nugraheni, Titi. 2013. Manajemen Pemasaran Industri. Universitas Gunadarma.

Popular Posts