Supporting System ibarat
sistem tubuh manusia. Sangat penting, karena yang akan menjalankan suatu sistem
di SEF yang efisen dan sistematis.
·
Kenapa kita perlu membangun supporting system?
Pertama,
supporting system itu penting. Karena
dia yang akan membantu sistem yang ada disebuah organisasi dan akan
memperlancar sistem yang ada.
Kedua,
adanya sinkronisasi dengan SDM (Sumber Daya Manusia) supporting system dapat saling bersinergi.
Ketiga,
supporting ystem sebagai penyokong
untuk menuju tujuan yang sama dan meminimalisir hambatan yang ada. Perlu adanya
tata kelola yang baik untuk supporting
sytem.
Keempat,
supporting system terdiri dari 2
yaitu eksternal dan internal. Dari adanya supporting
system untuk mendidik internal, dan menghasilkan didikan yang baik.
Kelima,
supporting system adalah dengan
memaksimalkan sistem yang ada, sebagai sistem pendukung (media dan fasilitas)
dengan memanfaatkan potensi Mujahid SEF.
Bagaimana Mujahid SEF untuk mengatasi ego
dalam mencapai supporting system?
Bahwadasarnya
ego dari setiap individu memang dapat mengacaukan semuanya.
Pertama,
dengan membangun keyakinan yaitu dengan berkomunikasi satu samalain dan saling
percaya lalu tabbayyuh.
Kedua,,
memahami sistem bagaimana supporting
system itu bekerja, memahami alur, dan satu pemikiran satu dengan yang
lain.
Ketiga,
perlu adanya supporting system, dan
semua tidak hanya di beberapa pihak. Untuk menghilangkan rasa egois yaitu:
-
Mendekati orang yang egois secara personal
-
Mengambil keputusan yang objektif dan
bersama
-
Musyawarah dan tidak mengubah keputusan
secara sepihak
·
Bisakah supporting system diterapkan?
-
Tata kelola supporting system
-
Mengelola ego dalam organisasi
-
Sinergritas
-
Supporting
System (pengetahuan harus sama)
1. Memahami fungsi setiap devisi.
Agar tidak terlihat isi dari dalam dapur devisi.
Pertama,
contoh seperti SCI (SEF Class Inspiration)
bentuk supporting system dengan
komite dan perlu bantuan SDM lainnya.
Kedua,
adanya satu pendapat dan menyatukan pendapat dan mempercayakannya keputusan
dalam suatau gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin.
·
Supporting
system:
-
Kepengurusan BPH satu. Tidak ada BPH tua,
BPH muda.
-
Saling membantu untuk mencapai tujuan.
-
Dengan memperbaiki Leadership 3600 . Untuk berkomunikasi antara keatas, ke
kanan, kiri, dan bawah harus seimbang.
-
Kepemilikan SEF menjadi tujuan bersama.
·
Keputusan tertinggi ada pada musyawarah
dalam SEF. Bukan ada pada ketua. Dan pastikan keputusan tersebut disepakati
oleh seluruh forum.
·
Bagaimana membangun diri kita untuk supporting system tersebut?
Pertama,
harus memahami diri kita sendiri baru dapat memahami orang lain. Implementasi supporting system dalam kepengurusan
(BPH)
Kedua,
selalu meningat prioritas kita seberapa besar untuk SEF. Apa yang kita berikan
untuk SEF.
Ketiga,
memberikan dengan ilmu pengetahuan. Meminimalisir keegoisan dengan merubah
diri. Tentukan posisi kita dan posisinya.
Keempat,
membahas target dan tujuan dari supporting
system. Performan supporting system.
Dan mengatur manajemen stress.
·
Pada saat pemimpin mengambil keputusan dan
terjadi kesalahan besar dan tidak dapat dimaklumi. Apa yang harus dilakukan?
1. Muhasabah
diri
2. Mengantisipasi
dengan memperkirakan plan A, plan B, serta bersiap menerima resiko
3. Tabbayyun
4. Menyikapi
dan memahami keputusan tersebut
5. Degar
dan ditaati selama keputusan itu baik, serta perlu adanya diskusi untuk
mengontrol egoism diri.
6. Jangan
menghilang dan ditinggalkan
7. Diselsaikan
dengan solusi
8. Menghormati
keputusan tersebut dan meyakini bahwa keputusan itu lebih baik
9. Evaluasi
10. Hadapi
bersama dan menyelesaikan bersama tanpa menyalahkan
·
Permasalahan dan solusi dalam supporting system:
Masalah:
1. Koordinasi
2. Egois
3. Kepercayaan
4. Komunikasi
Solusi:
1. Memberikan
motivasi dan pemahaman
2. Membangun
kepercayaan dengan menasehati dan komunikasi dengan baik
3. Membangun
komunikasi dan saling bertemu
·
Memahani leadership 3600 . Kita siapa, kita apa, dan bagaimana
kita bersikap.