Senin, 27 Agustus 2018

Resume Kajian Dinamika Dakwah

Tiga hal yang selalu harus kita ingat di SEF. Pertama, Meluruskan niat untuk apa kita datang ke SEF. Ada 3 orang yang dipastikan masuk neraka:
1.      Pembaca Al-Quran dengan tartil yang baik dan benar tetapi ditujukan hanya untuk mendapat pujian dari manusia
2.      Orang dermawan yang hanya mencari pujian manusia semata
3.      Orang yang berjihad di jalan Allah tetapi tidak ada niat untuk Allah
Semuanya adalah perbuatan yang sesungguhya adalah salah niat. Karena niat pertama kita di SEF adalah untuk Allah. Kedua, Pemuda muslim yang kuat. "Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (Q.S An-Nisa: 104) Pemuda Islam itu meminta dikuatkan oleh Allah, di SEF jangan lemah, nangis, futur itu semua wajar memang sudah fitrahnya seperti itu. Tetapi pemuda Islam ketika ditekan akan lebih tinggi. Ketiga, rajin menuntut ilmu dan belajar. 2 orang yang tidak pernah kenyang adalah:
1.      Orang yang mengejar dunia
2.      Orang yang menuntut ilmu

            SEF itu cermin. Tanpa cermin kita tidak akan tahu dimana letak kekurangan kita. Jika terlihat burukmu perbaikilah, dimana hebatmu pertajamlah. Cermin itu untuk membuat kita tetap rendah hati dan salah satu cara Allah mendidik kita. Menjadi beda bukan untuk mencari pengakuan manusia, karena di SEF tidak ada kerata-rataan. Ketika memimpin jadilah seekor singa , ketika yang dipimpin kambing sekalipun mereka pasti akan mengikuti pemimpin menjadi seekor singa. Tetapi ketika memimpin kita menjadi seekor kambing, maka semua yg dimpimpin akan menjadi kambing yang hanya bisa mengembek bukan mengaum. Jangan melihat kehormatan public, karena kita sebagai pundak-pundak pilihan. Dan pundak kita yang Allah pilih untuk menjalankan dakwah ini.
Hal-hal teknis:
1.      Perbanyak bertemu. Ciptakan nuansa DEI di kehidupan sehari-hari.
Seperti memasak bersama di asrama. Daripada seharian nonton drama korea. SEF bukan rumah kerata-rataan, apalagi kebarat-baratan, sudah jelas kepercayaannya maka harus ditinggalkan. Krena Tuhan itu tujuan dan cita-cita.
2.      Kurangi kesendirian dan sering bercanda.
Adik-adik kita adalah anak-anak millennials. Sering bercanda dan rangkul mereka dengan penuh cinta.
3.      Bersatu dan menjadi bagian dari mereka, dengan panggilan adik, memanggil kakaknya dengan mbak, teh dan sebagainya.
Sering-seringlah naik angkot, makan di warung pinggir jalan. Lihatlah muka-muka kelelahan mereka, keriput di muka mereka. Hal seperti itu yang akan membuat hati tetap basah dan tahu keadaan ummat. Bukan setiap hari ke mall karena akan membuat kita keras hati.
           
Ketika kamu di SEF merasa nyaman itu bahaya, ketika kamu di SEF sering jalan-jalan itu salah, ketika kamu di SEF sering tidur itu salah. Di SEF itu : Ikhas karena Allah dan Benar untuk dakwah. Semua jika tidak ikhlas akan susah diterima, nasihat, ilmu. Karena ketika sudah ikhas mau dimaki-maki mau di ini itu pasti nasihat, ilmu akan mudah diterima oleh diri. Meningkatkan kembali budaya membaca buku, karena ilmu akan membawamu kemanapun. Jangan menjadi orang yang manja dan gelas penuh, dan mulai untuk ikhas. Ikhlas lelah, ikhlas tidak tidur.

Kalau kalian ingin menjadi orrang besar yang bermanfaat, ikuti alurnya di SEF, jangan banyak bertanya, jangan banyak mengeluh. Itu akan kita rasakan manfaatnya. Ciri-ciri orang besar adalah mereka yang detail dengan hal-hal kecil. Tuntutlah ilmu setinggi mungkin, dan bersedekahlah seluas mungkin, sejatinya pemenang bukan orang yang kuat fisiknya tetapi mereka yang mampu bertahan sampai akhir. Untuk menjadi insan di SEF cukup ikuti alurnya dan rasakan manfaatnya.
Dinamika itu bergerak maju, tidak berhenti. Di SEF itu takdi. Setelah menerima takdir kelanjuttanya tergantung diri kita. Bukan menemukan sesuatu tetapi menjadi sesuatu. Terkadang yang membuat seseorang bersemangat adalah mimpi. Ketika seseorang mempunyai mimpi maka dia akan mengejarnya. Begitu juga di SEF, temukan mimpi abstrak itu dan kejar dengan ikhas dan semua untuk Allah. Setiap manusia pasti memiliki perasaan masing-masing, tetapi jangan dibawa ke dakwah ini. Simpan dan cukup kamu dan Allah yang tahu.
Untuk mengetahui dinamika di SEF ada 4:
1.      Mengenal diri saya
2.      Mengenal tim saya
3.      Mengenal organisasi
4.      Mengenal Tantangan
Mengenal diri tentang bagaimana saya, kekurangan saya, kelebihan saya, hal yang harus di pertajam, hal yang harus ditinggalkan. Kemudian membuat target untuk tujuan kedepannya. Mengenal tim dan menjalin komunikasi dengan tim, membuat target bersama. Mengenal organisasi adalah mengenal budaya SEF, dan budaya yang dibawa oleh ketua tersebut. Mengenal tantangan, mengevaluasi bersama. Menyusun rencana, Eksekusi, dan Evaluasi. Ketiga hal tersebut harus diulang-ulang.
            Masalah terbesar dalam kepengurusan adalah “Menuntut”. BPH menuntut BPH tua, Anggota menuntut BPH, maka dari situ muncul kelompok. Dan masalah atau momok di SEF adalah “Keilmuan”. Dari kita sendiri, individunya yang tidak gelisah atas kebodohannya. Untuk memperbaiki diri adalah dengan gelisah. Mengerti dan sadar betul bahwa diri kita ini masih banyak kekurangan. Kejayaan Islam itu pasti ada atau tidaknya kita, tetapi tinggal bagaimana kita akan ikut dalam kejayaan itu atau tidak. Dan tiket untuk kejayaan Islam adalah “Iqro”. Karena nanti kita akan menjadi BPH yang akan mengisi gelas, ember kosong adik-adiknya. Mereka akan mencontoh semua perilaku kita.
            Jangan pernah merasa sombong dalam dakwah ini, dan selalu mengedepankan Allah. Jauhkan pikiran bawa kamu mempunyai masalah paling berat, karena diluar sana ada yang lebih berat. Mempunyai akhlak dan perilaku yang baik. Dan jadikanlah SEF sebagai kendaraan untuk mencapai ridho Allah.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts