Tiga hal yang selalu
harus kita ingat di SEF. Pertama, Meluruskan niat untuk apa kita datang ke SEF.
Ada 3 orang yang dipastikan masuk neraka:
1. Pembaca
Al-Quran dengan tartil yang baik dan benar tetapi ditujukan hanya untuk
mendapat pujian dari manusia
2. Orang
dermawan yang hanya mencari pujian manusia semata
3. Orang
yang berjihad di jalan Allah tetapi tidak ada niat untuk Allah
Semuanya adalah perbuatan yang sesungguhya
adalah salah niat. Karena niat pertama kita di SEF adalah untuk Allah. Kedua,
Pemuda muslim yang kuat. "Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar
mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun
menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat
mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha
Mengetahui, Maha Bijaksana.” (Q.S An-Nisa: 104) Pemuda Islam itu meminta
dikuatkan oleh Allah, di SEF jangan lemah, nangis, futur itu semua wajar memang
sudah fitrahnya seperti itu. Tetapi pemuda Islam ketika ditekan akan lebih
tinggi. Ketiga, rajin menuntut ilmu dan belajar. 2 orang yang tidak pernah
kenyang adalah:
1. Orang
yang mengejar dunia
2. Orang
yang menuntut ilmu
SEF
itu cermin. Tanpa cermin kita tidak akan tahu dimana letak kekurangan kita.
Jika terlihat burukmu perbaikilah, dimana hebatmu pertajamlah. Cermin itu untuk
membuat kita tetap rendah hati dan salah satu cara Allah mendidik kita. Menjadi
beda bukan untuk mencari pengakuan manusia, karena di SEF tidak ada
kerata-rataan. Ketika memimpin jadilah seekor singa , ketika yang dipimpin
kambing sekalipun mereka pasti akan mengikuti pemimpin menjadi seekor singa.
Tetapi ketika memimpin kita menjadi seekor kambing, maka semua yg dimpimpin
akan menjadi kambing yang hanya bisa mengembek bukan mengaum. Jangan melihat
kehormatan public, karena kita sebagai pundak-pundak pilihan. Dan pundak kita
yang Allah pilih untuk menjalankan dakwah ini.
Hal-hal teknis:
1. Perbanyak
bertemu. Ciptakan nuansa DEI di kehidupan sehari-hari.
Seperti memasak bersama di asrama.
Daripada seharian nonton drama korea. SEF bukan rumah kerata-rataan, apalagi
kebarat-baratan, sudah jelas kepercayaannya maka harus ditinggalkan. Krena
Tuhan itu tujuan dan cita-cita.
2. Kurangi
kesendirian dan sering bercanda.
Adik-adik kita adalah anak-anak
millennials. Sering bercanda dan rangkul mereka dengan penuh cinta.
3. Bersatu
dan menjadi bagian dari mereka, dengan panggilan adik, memanggil kakaknya
dengan mbak, teh dan sebagainya.
Sering-seringlah naik angkot, makan di
warung pinggir jalan. Lihatlah muka-muka kelelahan mereka, keriput di muka
mereka. Hal seperti itu yang akan membuat hati tetap basah dan tahu keadaan
ummat. Bukan setiap hari ke mall karena akan membuat kita keras hati.
Ketika kamu di SEF merasa
nyaman itu bahaya, ketika kamu di SEF sering jalan-jalan itu salah, ketika kamu
di SEF sering tidur itu salah. Di SEF itu : Ikhas karena Allah dan Benar untuk
dakwah. Semua jika tidak ikhlas akan susah diterima, nasihat, ilmu. Karena
ketika sudah ikhas mau dimaki-maki mau di ini itu pasti nasihat, ilmu akan
mudah diterima oleh diri. Meningkatkan kembali budaya membaca buku, karena ilmu
akan membawamu kemanapun. Jangan menjadi orang yang manja dan gelas penuh, dan
mulai untuk ikhas. Ikhlas lelah, ikhlas tidak tidur.
Kalau
kalian ingin menjadi orrang besar yang bermanfaat, ikuti alurnya di SEF, jangan
banyak bertanya, jangan banyak mengeluh. Itu akan kita rasakan manfaatnya.
Ciri-ciri orang besar adalah mereka yang detail dengan hal-hal kecil. Tuntutlah
ilmu setinggi mungkin, dan bersedekahlah seluas mungkin, sejatinya pemenang
bukan orang yang kuat fisiknya tetapi mereka yang mampu bertahan sampai akhir.
Untuk menjadi insan di SEF cukup ikuti alurnya dan rasakan manfaatnya.
Dinamika
itu bergerak maju, tidak berhenti. Di SEF itu takdi. Setelah menerima takdir
kelanjuttanya tergantung diri kita. Bukan menemukan sesuatu tetapi menjadi
sesuatu. Terkadang yang membuat seseorang bersemangat adalah mimpi. Ketika
seseorang mempunyai mimpi maka dia akan mengejarnya. Begitu juga di SEF,
temukan mimpi abstrak itu dan kejar dengan ikhas dan semua untuk Allah. Setiap
manusia pasti memiliki perasaan masing-masing, tetapi jangan dibawa ke dakwah
ini. Simpan dan cukup kamu dan Allah yang tahu.
Untuk
mengetahui dinamika di SEF ada 4:
1. Mengenal
diri saya
2. Mengenal
tim saya
3. Mengenal
organisasi
4. Mengenal
Tantangan
Mengenal
diri tentang bagaimana saya, kekurangan saya, kelebihan saya, hal yang harus di
pertajam, hal yang harus ditinggalkan. Kemudian membuat target untuk tujuan
kedepannya. Mengenal tim dan menjalin komunikasi dengan tim, membuat target
bersama. Mengenal organisasi adalah mengenal budaya SEF, dan budaya yang dibawa
oleh ketua tersebut. Mengenal tantangan, mengevaluasi bersama. Menyusun
rencana, Eksekusi, dan Evaluasi. Ketiga hal tersebut harus diulang-ulang.
Masalah terbesar dalam kepengurusan
adalah “Menuntut”. BPH menuntut BPH tua, Anggota menuntut BPH, maka dari situ
muncul kelompok. Dan masalah atau momok di SEF adalah “Keilmuan”. Dari kita
sendiri, individunya yang tidak gelisah atas kebodohannya. Untuk memperbaiki
diri adalah dengan gelisah. Mengerti dan sadar betul bahwa diri kita ini masih
banyak kekurangan. Kejayaan Islam itu pasti ada atau tidaknya kita, tetapi
tinggal bagaimana kita akan ikut dalam kejayaan itu atau tidak. Dan tiket untuk
kejayaan Islam adalah “Iqro”. Karena nanti kita akan menjadi BPH yang akan
mengisi gelas, ember kosong adik-adiknya. Mereka akan mencontoh semua perilaku
kita.
Jangan pernah merasa sombong dalam
dakwah ini, dan selalu mengedepankan Allah. Jauhkan pikiran bawa kamu mempunyai
masalah paling berat, karena diluar sana ada yang lebih berat. Mempunyai akhlak
dan perilaku yang baik. Dan jadikanlah SEF sebagai kendaraan untuk mencapai
ridho Allah.
0 komentar:
Posting Komentar