Senin, 14 Agustus 2017

Mazhab Ekonomi Islam


1.        Mazhab Iqtishaduna
Mazhab iqtishaduna berpendapat bahwa ilmu ekonomi tidak akan bisa sejalan dengan Islam, ekonomi akan tetap ekonomi dan Islam tetap Islam. Masalah ekonomi muncul karena adanya distribusi yang tidak merata dan tidak adil akibat sistem ekonomi yang membolehkan eksploitasi pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah. Dalil yang dipakai adalah QS. Al-Qamar: 49. Penggunaan ekonomi Islam sebaiknya diganti dengan Iqtishod. Iqtishod bukan sekedar terjemahan untuk ekonomi namun lebih luas. Iqtishod berasal dari bahasa arab qashd yang artinya keseimbangan (equilibrium), seimbang, sama atau pertengahan. Jadi, semua teori yang dikembangkan oleh ekonomi konvensional ditolak. Sebagai gantinya mazhab iqtishaduna menyusun teori-teori baru yang langsung digali dari Al-quran dan Sunnah.


2.        Mazhab Mainstream
Dalam mazhab mainstream menjelaskan bahwa masalah ekonomi muncul karena sumber daya yang terbatas yang dihadapkan pada keinginan manusia yang tidak terbatas. Dalil yang dipakai mazhab ini adalah QS. Al-Baqarah: 155. Dengan demikian, mazhab mainstream tidak berbeda dengan pandangan ekonomi konvensional, kelangkaan sumber daya yang mengakibatkan masalah ekonomi. Perbedaan dengan konvensional terletak dalam penyelesaian masalah. Dilema sumber daya yang terbatas dengan keinginan yang tidak terbatas memaksa manusia melakukan pilihan atas keinginannya.
3.        Mazhab Alternatif Kritis

Mazhab alternatif kritis mengkritik kedua mazhab sebelumnya. Bahwa analisis kritis bukan hanya dilakukan sosialisme dan kapitalisme tetapi terhadap ekonomi Islam itu sendiri. Mereka yakin bahwa Islam pasti benar, namun ekonomi Islam belum tentu benar karena ekonomi Islam merupakan hasil tafsiran manusia atas Al-quran dan Sunnah, sehingga nilai kebenarannya tidak mutlak. Teori ekonomi Islam harus selalu diuji kebenarannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts