1.
Mazhab Iqtishaduna
Mazhab
iqtishaduna berpendapat bahwa ilmu
ekonomi tidak akan bisa sejalan dengan Islam, ekonomi akan tetap ekonomi dan
Islam tetap Islam. Masalah ekonomi muncul karena adanya distribusi yang tidak
merata dan tidak adil akibat sistem ekonomi yang membolehkan eksploitasi pihak
yang kuat terhadap pihak yang lemah. Dalil yang dipakai adalah QS. Al-Qamar:
49. Penggunaan ekonomi Islam sebaiknya diganti dengan Iqtishod. Iqtishod bukan
sekedar terjemahan untuk ekonomi namun lebih luas. Iqtishod berasal dari bahasa arab qashd yang artinya keseimbangan (equilibrium), seimbang, sama atau pertengahan. Jadi, semua teori
yang dikembangkan oleh ekonomi konvensional ditolak. Sebagai gantinya mazhab iqtishaduna menyusun teori-teori baru
yang langsung digali dari Al-quran dan Sunnah.
2.
Mazhab Mainstream
Dalam
mazhab mainstream menjelaskan bahwa
masalah ekonomi muncul karena sumber daya yang terbatas yang dihadapkan pada
keinginan manusia yang tidak terbatas. Dalil yang dipakai mazhab ini adalah QS.
Al-Baqarah: 155. Dengan demikian, mazhab mainstream
tidak berbeda dengan pandangan ekonomi konvensional, kelangkaan sumber daya
yang mengakibatkan masalah ekonomi. Perbedaan dengan konvensional terletak
dalam penyelesaian masalah. Dilema sumber daya yang terbatas dengan keinginan
yang tidak terbatas memaksa manusia melakukan pilihan atas keinginannya.
3.
Mazhab Alternatif Kritis
Mazhab alternatif
kritis mengkritik kedua mazhab sebelumnya. Bahwa analisis kritis bukan hanya
dilakukan sosialisme dan kapitalisme tetapi terhadap ekonomi Islam itu sendiri.
Mereka yakin bahwa Islam pasti benar, namun ekonomi Islam belum tentu benar
karena ekonomi Islam merupakan hasil tafsiran manusia atas Al-quran dan Sunnah,
sehingga nilai kebenarannya tidak mutlak. Teori ekonomi Islam harus selalu
diuji kebenarannya.
0 komentar:
Posting Komentar