Anggota :
- Fajar Aji Kurniawan (12216542)
- Kevin Dwi Fajar Putra (13216857)
- Maulida Febiyola (14216307)
- Septian Nudin (16216929)
- Syfa Apriyana (17216262)
- Yolanda Regita Cahyani (17216796)
Sekarang saya akan memposting hasil observasi dari kelompok kami tentang Pemujaan yang unik. Disini kelompok kami memilih Upacara Seren Taun. Mungkin behind the scenenya akan saya post di postingan selanjutnya. Karena sesudah melihat hasil alangkah baiknya melihat prosesnya juga.
Terimakasih.
Upacara Seren Taun
Apa Itu Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan
atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya
kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan Yang
Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan,
karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara
pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan
ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan
tempat komunikasi manusia dengan Tuhan.
Apa Itu Upacara Seren Taun
Seren Taun merupakan upacara adat
panen padi masyarakat sunda. Seren Taun berasal dari kata Seren yang artinya
serah dan Taun yang artinya Tahun, yang berati Seserah Tahun yang mereka
lakukan atas rasa syukur kepada Allah Swt karena hasil panen yang mereka tuai
dan berlangsung khidmat dan semarak di Desa Sunda. Hanya beberapa desa adat
sunda yang masih menggelar upacara ini, diantaranya Desa Sindangbarang,Pasir
Eurih Kab Bogor yang kami kunjungi untuk melakukan observasi ketempat tersebut.
Sejarah Upacara Seren Taun
Kegitan ini sudah berlangsung sejak
masa kerajaan Padjajaran namun berhenti ketika kerajaan tersebut runtuh, Empat
windu kemudian upacara itu hidup lagi di Sindang Barang, Kuta Batu, dan
Cipakancilan. Namun akhirnya berhenti benar pada 1970-an. Setelah kegiatan ini
berhenti selama 36 tahun, Seren Taun dihidupkan kembali sejak tahun 2006 di
Desa Adat Sindang Barang, Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor.
Upacara ini disebut upacara Seren Taun Guru Bumi sebagai upaya membangkitkan
jati diri budaya masyarakat Sunda.
Kegiatan Upacara Seren Taun
Pada hasil kegiatan observasi kami ke
Desa Sindangbarang, Kami bertemu dengan kokolot atau bisa disebut kuncen di
tempat tersebut dan mewawancarainya. Kami menanyai beberapa pertanyaan seputar
rangkaian acara Seren Taun yang diadakan disana, serangkaian acara seren taun
meliputi: Neteupkeun, Ngembang,Ngala Cai Kukulu, Adu Jaten Parebut Se'eng,
Lomba Kaulinan budak Lembur, Sedekah Kue, Sedekah Bumi, Hiburan kesenian Sunda,
dan Ngangkat Pare.
Hal yang
pertama dalam upacara ini adalah Neteupkeun yaitu ritual yang diadakan untuk
menentukan waktu kapan upacara Seren Taun akan digelar.
Hari
berikutnya dilakukan dengan ritual Ngala Cai Kukulu, Yaitu mengumpulkan 7
sumber mata air yang berbeda yang masih berada di sekitaran desa Kampung Budaya
Sindangbarang tersebut. Ritual menyatukan air yang sudah ada sejak zaman
Pajajaran ini mempunyai arti penting yang menandakan persatuan dan kerukunan.
Proses
tradisi seren taun kemudian dilanjutkan dengan Sedekah Kue di Alun-alun Kampung
Sindang Barang. Ketika doa sudah selesai dipanjatkan maka tanpa diberi aba-aba
para masyarakat saling berebut kue yang telah disediakan disana, bagi
masyarakat Sindang Barang disana kue tersebut bukan hanya sekedar makanan namun
juga merupakan berkah untuknya karena telah didoakan oleh para kokolot, Ritual
sedekah kue merupakan ungkapan rasa syukur atas berkah dan kesejahteraan yang
diwujudkan dalam kegiatan saling berbagi kue.
Selanjutnya Ngangkut pare Dalam
prosesi upacara adat ini terdapat prosesi mengangkut padi yang disebut dengan
ngangkut pare.
Acara puncak
Seren Taun ditandai dengan arak-arakan hasil bumi. Ritual ini dinamakan dengan
Helaran Dongdang. Selama perjalanan, proses Helaran Dongdang diiringi oleh
pertunjukan tari tani dan angklung gubrag. Kemudian tetua adat dan para kokolot
melaksanakan ritual Majiken Pare Ambu dan Pare Ayah, yaitu dengan memasukan
hasil panen padi ke dalam lumbung. Menurut salah seorang kokolot, padi yang
dimasukkan ke dalam lumbung menjadi persediaan pangan warga sekitar Kampung
Budaya Sindang Barang selama setahun. Parebut Dongdang menjadi ritual penutup
dalam Seren Taun. Siapapun yang berhasil mendapatkan hasil bumi dalam parebut
dongdang diyakini akan mendapat berkah kesejahteraan.
Selain itu
Upacara ini juga di meriahkan dengan permainan dearah yang telah tersedia
disana juga ada permainan Rampag Parebut Dan gerak silat yang digunakan oleh
para pesilat ini menggunakan gerak silat Cimande yang merupakan asal dari kebudayaan
ini dan masih di lestarikan di Kampung Budaya sindang barang. Rampag Parebut
Seeng lebih dari sekadar tontonan. Di dalamnya terdapat makna filosofi yang
dalam tentang kehidupan. Selain Rampag parebut seeng ada juga permainan daerah
lain seperti Bakiak, dan permainan tradisional lain.
Perlengkapan yang digunakan dan
anggotanya
- Lesung Padi
- Sajen yang terdiri dari hasil bumi. Seperti buah-buahan, sayur, ubi-ubian, dan lain-lain.
- Padi hasil dari masyakarat setempat
- Anggotanya masyarakat setempat, terutama juru kunci
- Menggunakan pakaian hitam putih
Tujuan Acara Seren Taun
Tujuan dari
upacara seren taun adalah ucapan syukur masyarakat sekitar kepada Tuhan. Atas
hasil bumi yang telah diperoleh, agar kedepannya akan mendapat hasil yang tetap
atau malah lebih. Agar diberikan tanah yang subur untuk tanaman dan tidak
kekurangan hasil bumi.
Daftar Pustaka :
- http://sarahabibah.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-pemujaan.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/Seren_Taun



0 komentar:
Posting Komentar