Kamis, 03 November 2016

Upacara Seren Taun



Kelompok 4
Anggota :
  1.   Fajar Aji Kurniawan             (12216542)
  2. Kevin Dwi Fajar Putra                  (13216857)
  3. Maulida Febiyola                   (14216307)
  4.  Septian Nudin                       (16216929)
  5.  Syfa Apriyana                       (17216262)
  6. Yolanda Regita Cahyani                   (17216796)

Assalamualaikum Wr. Wb
Sekarang saya akan memposting hasil observasi dari kelompok kami tentang Pemujaan yang unik. Disini kelompok kami memilih Upacara Seren Taun. Mungkin behind the scenenya akan saya post di postingan selanjutnya. Karena sesudah melihat hasil alangkah baiknya melihat prosesnya juga.
Terimakasih.


Upacara Seren Taun

Apa Itu Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan Yang Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan.

Apa Itu Upacara Seren Taun
Seren Taun merupakan upacara adat panen padi masyarakat sunda. Seren Taun berasal dari kata Seren yang artinya serah dan Taun yang artinya Tahun, yang berati Seserah Tahun yang mereka lakukan atas rasa syukur kepada Allah Swt karena hasil panen yang mereka tuai dan berlangsung khidmat dan semarak di Desa Sunda. Hanya beberapa desa adat sunda yang masih menggelar upacara ini, diantaranya Desa Sindangbarang,Pasir Eurih Kab Bogor yang kami kunjungi untuk melakukan observasi ketempat tersebut.

Sejarah Upacara Seren Taun
Kegitan ini sudah berlangsung sejak masa kerajaan Padjajaran namun berhenti ketika kerajaan tersebut runtuh, Empat windu kemudian upacara itu hidup lagi di Sindang Barang, Kuta Batu, dan Cipakancilan. Namun akhirnya berhenti benar pada 1970-an. Setelah kegiatan ini berhenti selama 36 tahun, Seren Taun dihidupkan kembali sejak tahun 2006 di Desa Adat Sindang Barang, Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Upacara ini disebut upacara Seren Taun Guru Bumi sebagai upaya membangkitkan jati diri budaya masyarakat Sunda.

Kegiatan Upacara Seren Taun
Pada hasil kegiatan observasi kami ke Desa Sindangbarang, Kami bertemu dengan kokolot atau bisa disebut kuncen di tempat tersebut dan mewawancarainya. Kami menanyai beberapa pertanyaan seputar rangkaian acara Seren Taun yang diadakan disana, serangkaian acara seren taun meliputi: Neteupkeun, Ngembang,Ngala Cai Kukulu, Adu Jaten Parebut Se'eng, Lomba Kaulinan budak Lembur, Sedekah Kue, Sedekah Bumi, Hiburan kesenian Sunda, dan Ngangkat Pare.
            Hal yang pertama dalam upacara ini adalah Neteupkeun yaitu ritual yang diadakan untuk menentukan waktu kapan upacara Seren Taun akan digelar.
            Hari berikutnya dilakukan dengan ritual Ngala Cai Kukulu, Yaitu mengumpulkan 7 sumber mata air yang berbeda yang masih berada di sekitaran desa Kampung Budaya Sindangbarang tersebut. Ritual menyatukan air yang sudah ada sejak zaman Pajajaran ini mempunyai arti penting yang menandakan persatuan dan kerukunan.
            Proses tradisi seren taun kemudian dilanjutkan dengan Sedekah Kue di Alun-alun Kampung Sindang Barang. Ketika doa sudah selesai dipanjatkan maka tanpa diberi aba-aba para masyarakat saling berebut kue yang telah disediakan disana, bagi masyarakat Sindang Barang disana kue tersebut bukan hanya sekedar makanan namun juga merupakan berkah untuknya karena telah didoakan oleh para kokolot, Ritual sedekah kue merupakan ungkapan rasa syukur atas berkah dan kesejahteraan yang diwujudkan dalam kegiatan saling berbagi kue.
Selanjutnya Ngangkut pare Dalam prosesi upacara adat ini terdapat prosesi mengangkut padi yang disebut dengan ngangkut pare.
            Acara puncak Seren Taun ditandai dengan arak-arakan hasil bumi. Ritual ini dinamakan dengan Helaran Dongdang. Selama perjalanan, proses Helaran Dongdang diiringi oleh pertunjukan tari tani dan angklung gubrag. Kemudian tetua adat dan para kokolot melaksanakan ritual Majiken Pare Ambu dan Pare Ayah, yaitu dengan memasukan hasil panen padi ke dalam lumbung. Menurut salah seorang kokolot, padi yang dimasukkan ke dalam lumbung menjadi persediaan pangan warga sekitar Kampung Budaya Sindang Barang selama setahun. Parebut Dongdang menjadi ritual penutup dalam Seren Taun. Siapapun yang berhasil mendapatkan hasil bumi dalam parebut dongdang diyakini akan mendapat berkah kesejahteraan.
            Selain itu Upacara ini juga di meriahkan dengan permainan dearah yang telah tersedia disana juga ada permainan Rampag Parebut Dan gerak silat yang digunakan oleh para pesilat ini menggunakan gerak silat Cimande yang merupakan asal dari kebudayaan ini dan masih di lestarikan di Kampung Budaya sindang barang. Rampag Parebut Seeng lebih dari sekadar tontonan. Di dalamnya terdapat makna filosofi yang dalam tentang kehidupan. Selain Rampag parebut seeng ada juga permainan daerah lain seperti Bakiak, dan permainan tradisional lain.

            Perlengkapan yang digunakan dan anggotanya
  1. Lesung Padi
  2. Sajen yang terdiri dari hasil bumi. Seperti buah-buahan, sayur, ubi-ubian, dan lain-lain.
  3. Padi hasil dari masyakarat setempat
  4. Anggotanya masyarakat setempat, terutama juru kunci
  5. Menggunakan pakaian hitam putih

            Tujuan Acara Seren Taun
            Tujuan dari upacara seren taun adalah ucapan syukur masyarakat sekitar kepada Tuhan. Atas hasil bumi yang telah diperoleh, agar kedepannya akan mendapat hasil yang tetap atau malah lebih. Agar diberikan tanah yang subur untuk tanaman dan tidak kekurangan hasil bumi.


            Daftar Pustaka :
  1. http://sarahabibah.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-pemujaan.html
  2.  https://id.wikipedia.org/wiki/Seren_Taun







0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts